Sabtu, 31 Oktober 2015

JAUH DARI SINAR

     Ujung yang belum tahu dimana arah yang dapat kita gapai, tak tahu apa yang harus dicari.... kenyataan pahit telah aku raih dan aku terima... pernah sekali aku merasakan sakitnya jatuh cinta.
     Aku terlihat lemah dihadapan wanita, karena aku hanya bisa terdiam terpaku dan tak tahu harus berbuat apa.
     Aku cinta kepadanya , aku sayang kepada dia dan aku hanya ingin bersamanya... walaupun banyak yang menghantui dalam benakku arti kecemburuan...
Disitu aku terlihat gelap, tanpa cahaya yang selalu menyinariku. Tetapi aku tak hanya diam, aku hanya mengutarakan lewat tulisan. Betapa pedihnya disaat dia masih mengutamakan kekasih yang pernah ia miliki... Menangis didalam tertawa diluar hanya sebatas dari isi hati agar tidak tergoyah, seolah agar dia tak tersakiti oleh sikapku.....

       Seakan pengalamanku ini hanya dari sebutir pasir yang hanya didengar atau ditonton oleh pembaca. Hancur rasanya bila aku meninggalkannya, sesak batinku bila dia jauh dariku.... aku ingin setia aku ingin selalu dalam hatinya dan menjadi pelabuhan cinta yang akan terus diam dihatinya.
       Tanpa pemikiran yang pasti, akupun merenung dan mengutarakan kepada sahabat terekatku, dia yang selalu mendengar dan memberi arahan bagaimana dan apa yang harus aku lakukan. jauh dari sinar kini terasa dekat karena sahabat terbaikku...........



Terima Kasih